Pak Guru Baik hati Suka Mengajari Hal baru Pada Murid kesayangannya
Pak Budi dan Misi "Inovasi Masa Depan"
Pak Budi adalah tipe guru yang percaya bahwa buku paket adalah benda kuno yang membatasi imajinasi. Beliau adalah pria berusia 45 tahun dengan kacamata yang selalu melorot ke ujung hidung dan kantong kemeja yang penuh dengan pulpen, penggaris, hingga obeng kecil. Baginya, setiap hari adalah laboratorium.
Murid kesayangannya adalah Jojo, seorang anak yang sebenarnya ingin hidup tenang, tapi karena dia terlalu sopan untuk menolak, ia akhirnya selalu menjadi "asisten pribadi" dalam setiap eksperimen nyeleneh Pak Budi.
Suatu pagi, Pak Budi masuk ke kelas dengan wajah berseri-seri. Beliau membawa sebuah kardus besar berisi kabel-kabel kusut, sebuah kipas angin kecil yang sudah copot baling-balingnya, dan botol plastik bekas.
"Jojo, kemari! Hari ini Bapak akan ajarkan kamu sesuatu yang tidak ada di kurikulum manapun. Kita akan membuat Mesin Pembersih Papan Tulis Otomatis Berbasis Aerodinamika!" seru Pak Budi penuh semangat.
Jojo mendekat dengan ragu. "Bukannya kita tinggal pakai penghapus kayu itu saja, Pak? Tinggal usap, selesai."
Pak Budi menggeleng dramatis. "Itu pemikiran abad ke-19, Jojo! Kita harus visioner. Bayangkan, dengan mesin ini, guru-guru tidak perlu lagi capek menggerakkan tangan. Cukup tekan tombol, dan wushhh, papan tulis bersih seketika!"
Maka dimulailah sesi "pembelajaran hal baru" tersebut. Pak Budi mulai merakit alat itu di depan kelas. Beliau menjelaskan teori-teori fisika yang terdengar sangat meyakinkan, padahal Jojo curiga Pak Budi hanya mengarang istilah di tempat.
"Lihat Jo, ini namanya Gaya Sentrifugal Tak Terduga. Kalau kabel ini Bapak sambungkan ke motor kipas ini, lalu kita tempelkan busa penghapus di ujungnya, dia akan berputar dengan kecepatan cahaya!" jelas Pak Budi sambil sibuk melilitkan selotip hitam ke sekujur tangannya sendiri secara tidak sengaja.
Setelah satu jam berkutat dengan keringat bercucuran, alat itu selesai. Bentuknya lebih mirip bom rakitan di film-film aksi daripada alat kebersihan. Pak Budi menempelkan alat itu ke papan tulis menggunakan suction cup yang diambilnya dari gantungan kamar mandi sekolah.
"Sekarang, Jojo, silakan tekan tombolnya. Jadilah saksi sejarah inovasi pendidikan!"
Jojo menelan ludah. Dengan tangan gemetar, ia menekan sakelar kecil yang terhubung ke baterai.
Bzzzzt... Bzzzzt...
Awalnya, alat itu berputar pelan. Pak Budi tersenyum bangga. "Lihat! Berhasil!"
Namun, tiba-tiba suara mesin itu berubah menjadi raungan mirip mesin balap Formula 1. Baling-baling yang ditempeli busa penghapus itu berputar terlalu kencang. Karena Pak Budi lupa memperhitungkan keseimbangan, alat itu mulai bergetar hebat.
"Pak, kok getarannya sampai ke lantai?" tanya Jojo panik.
"Tenang Jo, itu hanya efek... eh... Turbo Boost!" jawab Pak Budi, meski wajahnya mulai pucat.
Tiba-tiba, suction cup penahannya lepas. Alat itu bukannya jatuh ke lantai, malah "terbang" liar di depan papan tulis karena dorongan angin dari kipasnya. Alat itu bergerak seperti tawon mabuk, menghapus papan tulis dengan pola zigzag yang tak beraturan, lalu mulai menyerempet vas bunga di meja guru.
"Tangkap Jo! Tangkap inovasinya!" teriak Pak Budi sambil mengejar alat itu dengan penggaris panjang.
Seluruh kelas riuh. Teman-teman Jojo ada yang tertawa sampai jatuh dari kursi, ada yang sibuk merekam dengan ponsel (padahal dilarang), dan ada yang bersembunyi di bawah meja karena takut kena sabetan busa penghapus yang berputar.
Jojo mencoba menangkap kabel yang menjuntai, tapi malah tersangkut kaki meja dan jatuh tersungkur. Alat itu akhirnya berhenti setelah menabrak dispenser air di pojok kelas, mengeluarkan suara pletak kecil, lalu mati dengan kepulan asap tipis.
Keheningan melanda kelas. Papan tulis memang bersih, tapi bukan karena dihapus rapi, melainkan karena seluruh debu kapurnya beterbangan ke udara, membuat Pak Budi dan Jojo terlihat seperti donat yang baru saja digulingkan di gula halus. Putih semua dari kepala sampai kaki.
Pak Budi terbatuk-batuk, melepas kacamatanya yang kini tertutup debu putih. Beliau menatap Jojo yang juga sudah seperti hantu kapur.
"Jojo..." panggil Pak Budi pelan.
"Iya, Pak?" jawab Jojo sambil membersihkan debu dari bulu matanya.
"Pelajaran hari ini adalah..." Pak Budi diam sejenak, mencari alasan yang terdengar cerdas. "Adalah tentang pentingnya... Rem. Inovasi tanpa kendali adalah bencana. Kamu paham?"
Jojo menghela napas panjang, lalu tersenyum tipis. "Paham, Pak. Dan saya juga belajar satu hal lagi."
"Apa itu?"
"Besok-besok, kalau Bapak mau mengajari hal baru, tolong kita lakukan di lapangan sepak bola saja. Jangan di dalam ruangan."
Pak Budi tertawa terbahak-bahak, menepuk bahu Jojo hingga debu kapur kembali mengepul dari baju mereka. Meskipun eksperimennya gagal total, Pak Budi tetaplah guru yang paling dicintai. Bukan karena kecanggihan alatnya, tapi karena keberaniannya untuk mencoba hal gila dan mengajarkan muridnya bahwa gagal itu tidak apa-apa, asalkan bisa ditertawakan bersama.
Kelas itu pun berakhir dengan sesi gotong royong membersihkan debu kapur, sementara Pak Budi sudah mulai berbisik pada Jojo, "Jo, Bapak punya ide baru. Besok kita coba buat pemanggang roti pakai tenaga matahari dari cermin rias Ibu Kantin, ya?"
Jojo hanya bisa mengurut dada, bersiap untuk petualangan "berbahaya" berikutnya.


0 Response to "Pak Guru Baik hati Suka Mengajari Hal baru Pada Murid kesayangannya"
Posting Komentar
Pembaca Yang " BAIK " Selalu Meninggalkan " KOMENTAR BIJAK "