YTTA Duta Amnesia Keluarga: Ayahku Idola Paling Slay
Duta Amnesia Keluarga: Ayahku Idola Paling Slay
Nayla adalah bocah berusia 7 tahun yang merasa dirinya adalah pengamat sosial paling handal di muka bumi. Sebagai "Bocil Kekinian", Nayla tidak mengidolakan artis K-Pop atau influencer pamer saldo. Idolanya cuma satu: Ayahnya sendiri, Pak Bambang. Bukan karena Pak Bambang jago main bola atau kaya raya, tapi karena Pak Bambang punya kemampuan magis yaitu: Lupa Ingatan Stadium Empat.
Bagi Nayla, cara Ayahnya menghadapi amarah Ibunya (Bu Ratna) adalah sebuah seni tingkat tinggi.
Suatu sore, suasana rumah mendadak mencekam. Bu Ratna berdiri di depan pintu dapur dengan tangan di pinggang. Matanya berkilat-kilat. "BAMBANG! Mana santan pesanan Mama? Mama suruh beli santan dua bungkus buat masak rendang, kenapa kamu pulang bawa dua bungkus umpan pancing sama satu karung kerupuk kulit?!"
Pak Bambang terdiam. Dia melihat umpan pancing di tangannya dengan wajah polos tanpa dosa, seolah-olah benda itu baru saja jatuh dari langit. Detik berikutnya, tawa Pak Bambang meledak.
"HAHAHAHA! Astaga, Mama! Pantesan tadi di jalan aku mikir, 'Kok kepalaku gatal ya, jangan-jangan ini bisikan supaya aku beli pancingan baru'. Ternyata aku lupa ya? Hahaha! Lucu banget lho Ma, kok bisa-bisanya kaki aku belok ke toko pancing, padahal niatnya ke warung santan. Ajaib!" ujar Pak Bambang sambil terpingkal-pingkal sampai perut buncitnya bergoyang.
Nayla yang sedang duduk di depan kipas angin sambil makan es mambo langsung mengeluarkan HP mainannya. "Gokil! POV: Punya bapak yang RAM-nya cuma 2GB tapi vibes-nya tetap positive thinking. Papa emang paling slay!" seru Nayla lugu.
Bu Ratna semakin naik pitam. "Nggak usah ketawa! Mama serius! Ini daging sudah dipotong-potong, kalau nggak ada santan mau dimasak apa? Kamu sengaja ya?!"
Pak Bambang langsung memasang wajah "pura-pura nggak tahu apa-apa" yang sangat legendaris. Dia mengedipkan mata berkali-kali seolah sedang mencerna informasi baru. "Hah? Mama nyuruh beli santan? Kapan? Kok aku nggak dengar ya? Tadi kayaknya Mama cuma bilang, 'Pa, hati-hati di jalan ya.' Nah, karena aku mau hati-hati, aku beli kerupuk kulit biar bisa ngunyah supaya nggak ngantuk. Hahaha! Masuk akal kan, Ma?"
Bu Ratna cuma bisa mengelus dada, nyaris menangis karena gemas. Sementara itu, Nayla bangga luar biasa. Baginya, Ayahnya adalah guru spiritual yang mengajarkan bahwa diomelin Ibu itu hanyalah ujian self-healing.
Puncaknya terjadi saat hari Minggu. Bu Ratna sudah berdandan cantik, pakai kebaya paling mahal, dan sanggul yang tingginya mirip antena parabola. Mereka mau ke acara pernikahan sepupu.
"Pa, kunci mobil mana?" tanya Bu Ratna tenang, namun penuh ancaman.
Pak Bambang sedang asyik pakai kaos dalam sambil main catur di HP. "Kunci mobil? Lho, emang kita punya mobil, Ma? Bukannya kita mau ke sana naik awan kinton?"
"BAMBAAAANG! JANGAN BERCANDA! INI SUDAH JAM 10!" teriak Bu Ratna yang tensinya langsung menembus atap rumah.
Pak Bambang langsung tertawa lagi, kali ini lebih keras sampai tetangga sebelah menyangka ada yang menang lotre. "HAHAHAHA! Oh iya! Aku lupa kita punya mobil! Bentar, bentar... tadi kuncinya aku kasih ke Nayla kayaknya, buat main masak-masakan."
Nayla melongo. "Lho, Papa kan tadi yang bilang kuncinya mau ditaruh di dalam kulkas biar nggak hilang, katanya biar kuncinya 'adem'?"
Bu Ratna langsung lari ke dapur, membuka kulkas, dan benar saja... kunci mobil tergeletak di samping sosis beku. "BAMBAAAANG! KENAPA KUNCI DI KULKAS?!"
Pak Bambang berdiri, merapikan sarungnya, lalu tertawa terbahak-bahak lagi seolah-olah itu adalah lelucon paling lucu di abad ini. "Hahaha! Ya ampun! Ternyata aku jenius ya! Kalau kuncinya dingin, kan mesin mobilnya jadi nggak cepat panas! Hahaha! Kok aku bisa kepikiran ya? Nayla, catat ya, Papa kamu ini visioner!"
Ending yang Konyol:
Setelah satu jam perjalanan yang penuh dengan omelan Ibu dan tawa "nggak tahu apa-apa" dari Ayah, mereka akhirnya sampai di depan sebuah gedung mewah. Bu Ratna turun dengan anggun, meski mukanya sudah lelah lahir batin.
Saat mau masuk ke gedung, Pak Bambang tiba-tiba berhenti. Dia menatap papan karangan bunga di depan gedung.
"Ma..." panggil Pak Bambang pelan, kali ini tawanya tertahan.
"Apa lagi?!" sahut Bu Ratna galak.
"Ini acaranya siapa ya?"
"NIKAHAN SEPUPU KAMU, SI INDRA!"
"Hahaha! Ma... ini beritanya sedih tapi lucu banget..." Pak Bambang kembali terpingkal-pingkal sampai jongkok di aspal.
"APA LAGI, BAMBANG?!"
"Indra nikahnya kan HARI SABTU KEMARIN, Ma! Hari ini gedungnya dipakai buat acara khitanan massal! HAHAHAHA! Pantesan dari tadi aku bingung kok yang datang bocah-bocah pakai sarung semua, bukan orang pakai jas! Hahaha! Kita telat sehari, Ma! Ajaib banget keluarga kita!"
Nayla ikut tertawa terbahak-bahak sambil tepuk tangan. "Wah! Papa emang idola! Kita jadi bisa ikut khitanan massal gratis ya, Pap?!"
Bu Ratna hanya bisa terdiam mematung, meratapi kebayanya yang sia-sia, sementara suami dan anaknya asyik tertawa di atas penderitaannya. Akhirnya, Bu Ratna ikut tertawa histeris karena ternyata gila itu menular.
0 Response to "YTTA Duta Amnesia Keluarga: Ayahku Idola Paling Slay"
Posting Komentar
Pembaca Yang " BAIK " Selalu Meninggalkan " KOMENTAR BIJAK "