Drama Mukbang Es Krim Sultan: Gaya Elit, Saldo Sulit

 Drama Mukbang Es Krim Sultan: Gaya Elit, Saldo Sulit

Raka adalah bocah kelas 3 SD yang merasa dirinya adalah reinkarnasi sultan. Hobinya menonton video mukbang di TikTok dan istilah favoritnya adalah “self-healing”. Baginya, tidak ada hari tanpa konten. Siang itu, dengan kacamata hitam nangkring di hidung dan rambut yang klimis kena minyak goreng (karena pomadenya habis), Raka menghampiri ayahnya, Pak Tejo.

“Pap, vibes hari ini panas banget. Mental health aku butuh asupan yang dingin-dingin estetik. Kita ke kedai Gelato Sultan yang baru buka itu, yuk? Minimal borong sepuluh scoop biar khodam aku senang,” ucap Raka dengan gaya sok keren.


Pak Tejo yang sedang asyik ngopi sambil menghitung sisa uang gajian yang tinggal seupil, menghela napas. Tapi karena sayang anak dan malas mendengar Raka tantrum ala konser rock, ia akhirnya setuju. “Ya sudah, tapi jangan banyak-banyak ya!”

Sesampainya di kedai es krim yang interiornya lebih mewah dari ruang tamu mereka, Raka langsung beraksi. Tanpa melihat daftar harga, ia menunjuk semua rasa yang warnanya mencolok.

“Mbak, saya mau rasa ‘Midnight Galaxy’, ‘Unicorn Tears’, ‘Golden Matcha’, sama ‘Durian Sultan’. Semuanya pakai topping emas 24 karat yang bisa dimakan itu ya. Oh iya, sama cone yang lapis cokelat Belgia. Borong, Mbak! Papa saya yang bayar, dia CEO (Cuma Emang Oon),” celetuk Raka sambil pamer gigi susunya yang tinggal dua di depan.

Pak Tejo hanya tersenyum kecut sambil bergumam dalam hati, “Gaya elit, moga-moga harganya kayak es mambo depan SD.”

Pelayan dengan seragam necis itu menyajikan tumpukan es krim yang tingginya sudah menyalip tinggi badan Raka. Raka sibuk berpose, “Guys, balik lagi di konten aku. Kali ini aku lagi borong es krim sultan bareng asisten pribadi aku, alias Papa.”

Setelah es krim hampir meleleh karena kelamaan difoto, mereka pun makan dengan lahap. Begitu selesai, Pak Tejo dengan gagah berjalan ke kasir sambil merogoh dompet kulitnya yang sudah mulai terkelupas.

“Berapa, Mbak?” tanya Pak Tejo santai.

“Totalnya enam ratus tujuh puluh lima ribu rupiah, Pak,” jawab kasir dengan senyum manis.

Mendengar angka itu, jantung Pak Tejo serasa mau copot dan pindah ke dengkul. “Berapa? Mbak salah hitung ya? Itu es krim apa cicilan motor?”

“Maaf Pak, itu karena topping emas dan cokelat impornya,” jelas si Mbak.

Pak Tejo mulai berkeringat dingin. Ia membuka dompetnya. Isinya hanya dua lembar uang lima puluh ribu dan sisanya adalah struk belanjaan bulan lalu yang sudah memudar. Ia membuka aplikasi m-banking, tapi yang muncul hanyalah tulisan menyedihkan: “Saldo Anda tidak mencukupi untuk melakukan transaksi ini (Sisa Saldo: Rp 12.400)”.

Pak Tejo menoleh ke Raka dengan tatapan maut. “Raka, kamu punya uang tabungan di tas?”

Raka yang masih menjilati sisa es krim di jarinya menggeleng santai. “Tabunganku udah aku pakai buat beli skin Mobile Legends kemarin, Pap. Kenapa? Papa kurang duit? Aduh, nggak estetik banget sih, Pap!”

Suasana mendadak hening. Pelanggan lain mulai melirik. Pak Tejo merasa harga dirinya sedang diperas sampai habis. Dengan muka tembok, ia akhirnya bicara pelan ke kasir. “Mbak… kalau saya cicil pakai KTP bisa? Atau anak saya ini ditinggal di sini buat jadi maskot kedai seminggu?”

Raka melotot. “Ih, Papa! Masa aku jadi tumbal es krim!”

Akhirnya, pemilik kedai keluar karena mendengar keributan. Melihat Pak Tejo yang sudah pucat pasi dan Raka yang masih memegang cone kosong, si pemilik kedai yang ternyata punya selera humor itu memberikan solusi terakhir.

“Begini saja, Pak. Karena ini hari Jumat, saya kasih diskon. Tapi ada syaratnya,” kata si pemilik.

Setengah jam kemudian, di depan kedai es krim yang mewah itu, pemandangan luar biasa terjadi. Pak Tejo dan Raka berdiri di pinggir jalan sambil memakai kostum badut berbentuk es krim raksasa. Mereka harus membagikan brosur kedai selama dua jam untuk melunasi kekurangan bayar.

Raka, yang tadinya mau bikin konten sultan, sekarang malah jadi konten beneran bagi orang lewat. Sambil kepanasan di dalam kostum badut, ia berbisik, “Pap, nanti tag aku di Instagram ya, kasih caption: Sultan lagi nyamar jadi rakyat jelata demi riset pasar.”

Pak Tejo yang mukanya sudah tertutup topeng es krim stroberi hanya bisa menjawab pasrah, “Diam kamu, Bocil! Habis ini kita pulang jalan kaki, bensin Papa juga nggak cukup gara-gara es krim Galaxy kamu itu!”

Endingnya, video Raka yang joget-joget pakai kostum badut malah viral di TikTok dengan caption: "Definisi habis manis sepah dibuang, habis makan es krim jadi badut pun datang." Dan itulah hari di mana Raka belajar bahwa self-healing yang sesungguhnya adalah makan es lilin di rumah sambil kipasan pakai buku tulis.


0 Response to " Drama Mukbang Es Krim Sultan: Gaya Elit, Saldo Sulit"

Posting Komentar

Pembaca Yang " BAIK " Selalu Meninggalkan " KOMENTAR BIJAK "