Cerpencil | Bocil Manis Mimpi Dikasih Es Krim Gratis gak taunya jadi Kenyataan

Bocil Manis Mimpi Dikasih Es Krim Gratis gak taunya jadi Kenyataan

Di sebuah kompleks perumahan yang damai bernama Perumahan Harapan Emak, tinggallah seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun bernama Dodo. Dodo adalah definisi dari "bocil kematian" yang berwajah malaikat. Pipinya bak bakpao tetangga yang kelebihan ragi, matanya bulat bersinar, tapi otaknya penuh dengan rencana-rencana di luar nalar manusia dewasa.


Malam itu, Dodo mengalami mimpi yang sangat spiritual. Dalam mimpinya, ia bertemu dengan sosok kakek-kakek berjenggot putih panjang yang mengenakan jubah berbahan wafer cokelat.

"Dodo... cucuku yang paling jarang mandi..." ucap sang kakek dalam mimpi. "Besok, jemputlah takdirmu. Sebuah gunung es berwarna pelangi akan turun ke pangkuanmu secara cuma-cuma. Jangan lupa bawa sendok, jangan bawa cangkul."

Dodo terbangun dengan iler yang membasahi bantal hingga membentuk peta benua Antartika. Ia langsung duduk tegak. "Ini dia! Wahyu Es Krim!" teriaknya jam 3 pagi, membuat ayahnya yang sedang ngelindur hampir jatuh dari tempat tidur.

Pagi harinya, Dodo tidak mandi. Katanya, kalau mandi, "aura keberuntungan" dari mimpinya akan luntur terbawa sabun antiseptik. Dengan modal kaos kutang dan celana pendek gambar Spiderman yang kebalik, Dodo berangkat menuju taman kompleks.

Di sana, ia bertemu dengan Rara, cinta monyetnya yang berusia 6 tahun. Rara adalah bocah perempuan yang selalu bawa boneka beruang yang telinganya sudah hilang satu. Dodo ingin terlihat romantis sekaligus keren di depan Rara.


"Ra, hari ini aku bakal jadi miliarder es krim. Aku dapet wahyu," kata Dodo dengan wajah serius, seolah-olah baru saja mendapat bocoran soal negara.

Rara mengerjap-ngerjapkan matanya yang polos. "Miliarder itu apa, Do? Bisa dimakan?"

"Miliarder itu orang yang kalau beli es krim, stiknya nggak usah dijilat sampai putih. Pokoknya, kamu ikut aku. Kita bakal dapet es krim gratis!"

Mereka berdua menunggu di pinggir jalan. Tak lama kemudian, terdengarlah bunyi legendaris yang menggetarkan jiwa setiap bocah: “Ting... ting... ting...!”

Itu dia! Mang Oleh dengan motor es krimnya yang legendaris muncul dari tikungan. Dodo langsung menghadang motor Mang Oleh layaknya polisi sedang razia balap liar.

"Berhenti, Mang! Saya sudah menunggu pesan dari alam semesta!" teriak Dodo sambil merentangkan tangan.


Mang Oleh ngerem mendadak sampai ban motornya bunyi cit! "Astagfirullah, Dodo! Mau mati konyol apa mau beli es krim? Hampir aja Mang Oleh kirim kamu ke alam semesta beneran!"

Dodo tidak gentar. Dengan wajah polos yang bikin orang pengen cubit tapi sambil megang ulekan, dia berkata, "Mang, tadi malem kakek jubah wafer bilang saya bakal dapet es krim gratis hari ini. Jadi, mana gunung pelangi saya?"

Mang Oleh melongo. "Dodo, denger ya. Di dunia ini, yang gratis cuma oksigen sama dengerin omelan emakmu. Es krim harganya lima ribu. Ada duit?"

Dodo merogoh kantong celananya. Ia mengeluarkan sesuatu dengan penuh percaya diri. "Ini, Mang."

Mang Oleh melihat ke telapak tangan Dodo. Isinya bukan uang, melainkan tutup botol sirup yang sudah karatan dan gambar kartu Pokemon edisi KW. "Do, ini mah sampah, bukan duit!"

"Tapi Mang, ini kartu langka! Lihat, gambarnya Pikachu lagi sakit gigi. Ini investasiii!" bantah Dodo dengan logika yang sangat meyakinkan bagi sesama bocah tapi bikin tensi Mang Oleh naik.

"Nggak bisa! Pulang sana, mandi!" usir Mang Oleh.

Rara mulai berkaca-kaca. "Dodo bohong... Rara nggak jadi makan es krim..."

Melihat Rara mau nangis, jiwa "romantis" Dodo meronta. Ia tidak tega melihat "permaisurinya" sedih. Dodo kemudian melakukan aksi nekat. Ia berlutut di depan motor Mang Oleh sambil memegang knalpot (yang untungnya belum terlalu panas).

"Mang! Kalau Mang nggak kasih es krim gratis, saya bakal mogok makan nasi selama lima menit! Dan saya bakal kasih tahu semua orang kalau es krim Mang Oleh sebenarnya terbuat dari awan yang dibekukan!"


Mang Oleh tepok jidat. "Ya emang bukan dari awan, Do! Itu santan sama gula!"

Tiba-tiba, sebuah mobil mewah berhenti di samping mereka. Keluarlah seorang pria paruh baya yang ternyata adalah Pak RW yang baru saja menang undian atau entah sedang kerasukan jin baik hati.

"Eh, ada apa ini ramai-ramai?" tanya Pak RW.

Dodo dengan cepat memasang wajah paling melas sedunia. Matanya dibuat berkaca-kaca, bibirnya digetarkan. "Pak RW... Mang Oleh tidak percaya pada keajaiban mimpi. Saya cuma mau traktir Rara karena dia adalah matahari di hidup saya yang mendung ini..."

Pak RW tertawa terbahak-bahak mendengar gombalan bocah ingusan itu. "Waduh, kecil-kecil sudah jadi pujangga ya. Ya sudah, Mang Oleh! Berapa semua es krim di gerobak kamu? Saya borong semuanya untuk anak-anak di taman ini!"

Dodo dan Rara melongo. Mang Oleh apalagi, matanya langsung berubah jadi simbol dollar. "Serius, Pak RW? Ini ada sekitar 200 cup!"

"Serius! Bagikan gratis!"

Dodo langsung lompat kegirangan. "Tuh kan, Ra! Aku bilang apa! Mimpi aku jadi kenyataan! Kakek jubah wafer emang nggak pernah bohong!"

Dalam sekejap, taman itu ricuh oleh bocah-bocah yang menyerbu Mang Oleh. Dodo dan Rara duduk di bangku taman, masing-masing memegang tiga cup es krim di tangan kanan dan kiri.

"Do, kamu hebat banget," kata Rara sambil belepotan es krim cokelat di pipinya. "Nanti kalau kita gede, kamu mau jadi apa?"

Dodo diam sejenak, menjilat es krim pelanginya dengan penuh khidmat, lalu menatap Rara dengan tatapan yang sok puitis. "Aku mau jadi kulkas, Ra."

"Lho, kenapa?"

"Biar bisa jagain es krim kamu biar nggak lumer, dan biar aku selalu dingin kalau kamu lagi panas hati," jawab Dodo asal-asalan, yang entah kenapa terdengar sangat romantis bagi anak seusia Rara.

Rara tertawa geli. Mereka berdua makan es krim sampai kedinginan dan akhirnya pilek berjamaah.

Sore harinya, Dodo pulang ke rumah dengan baju yang sudah berubah warna dari putih menjadi cokelat-stroberi-pelangi. Emaknya sudah berdiri di depan pintu dengan tangan di pinggang dan memegang gagang sapu.

"DODOOO! DARI MANA SAJA KAMU?! ITU BAJU KENAPA BEGITU?!"

Dodo menatap emaknya dengan wajah polos tanpa dosa. "Mak, jangan marah. Tadi Dodo habis melakukan tugas negara sebagai miliarder es krim. Besok Dodo mau mimpi dapet gratisan bakso, jadi tolong jangan bangunin Dodo cepet-cepet ya, Mak."

Emaknya cuma bisa mengelus dada, antara ingin marah karena baju kotor atau tertawa karena punya anak yang tingkat halusinasi dan keberuntungannya setinggi langit.

Premium Mystery Box
Edisi Terbatas • YTTAChuill
⚠️ Perhatian: Mystery Box eksklusif Ambil dan Dapatkan Sebelum Terlambat hehehe... Gasken Yuk Gays!!!

Malam itu, Dodo tidur dengan nyenyak. Di samping tempat tidurnya, ada stik es krim yang disusun rapi, yang katanya mau dijadikan mahar buat melamar Rara nanti kalau sudah lulus TK. Benar-benar bocil yang visioner, romantis, dan tentu saja... bikin naik darah tapi sayang.


0 Response to "Cerpencil | Bocil Manis Mimpi Dikasih Es Krim Gratis gak taunya jadi Kenyataan"

Posting Komentar

Pembaca Yang " BAIK " Selalu Meninggalkan " KOMENTAR BIJAK "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel