Cerita Bocil Ep ep Nih Gays | Review Onikuma: Headset Pro, Skill Tetap Noob

Cerita Bocil Ep Ep Gamer Sejati | Review Onikuma: Headset Pro, Skill Tetap Noob Senggol Dongggg....

Dunia pergamingan saya sebelumnya adalah sebuah tragedi. Selama dua tahun, saya bertahan hidup dengan earphone kabel sepuluh ribuan yang sebelah kirinya mati, dan sebelah kanannya harus diputar-putar dulu kabelnya sampai posisi sudut 45 derajat baru suaranya keluar. Karena sudah lelah dianggap "tuli" oleh teman mabar di Mobile Legends dan PUBG, akhirnya saya memutuskan untuk upgrade diri. Pilihan jatuh pada Onikuma Headset Gaming Stereo E-Sport.


Pas paketnya datang, aura "pro player" langsung merasuk ke jiwa saya. Dusnya bergambar logo Onikuma sosok raksasa Jepang yang terlihat sangat galak, seolah-olah dia sedang memelototi KDA (Kill-Death-Assist) saya yang minus. Saya buka boxnya dengan khidmat, seperti sedang melakukan upacara pembukaan peti harta karun.

Kesan pertama: Gede Banget! Saat saya pakai di depan cermin, kepala saya jadi terlihat seperti alien yang sedang menggunakan alat komunikasi antar galaksi. Tapi jujur saja, busanya empuk sekali, lebih empuk daripada janji manis mantan. Kuping saya merasa seperti sedang dipeluk oleh awan yang lembut.

Lalu, tibalah saat penyalaan lampu RGB-nya. Begitu kabel USB dicolok, lampu di samping headset langsung menyala warna-warni. Di titik ini, rasa percaya diri saya naik 200%. Menurut hukum fisika dunia bocil gaming, lampu RGB yang makin terang berarti skill makin jago. Kamar saya yang remang-remang langsung berubah jadi seperti diskotek berjalan.

Eksperimen pertama adalah menguji suaranya. Saya coba main game perang. Masya Allah, suaranya benar-benar "stereo e-sport". Saya bisa mendengar suara langkah kaki musuh dari jarak lima kilometer (oke, ini hiperbola, tapi beneran detail!). Saking detailnya, saya sampai bisa mendengar suara napas karakter saya sendiri yang sedang ngos-ngosan habis lari.

Namun, tragedi terjadi karena fitur noise cancelling-nya yang terlalu mumpuni. Saya saking khusyuknya mendengarkan suara gemericik air dan desingan peluru di game, saya sama sekali tidak mendengar suara Ibu saya yang sudah teriak-teriak memanggil dari balik pintu buat beli gas elpiji.

Puncaknya, Ibu saya masuk ke kamar dan menepuk bahu saya. Karena saya sedang fokus mengendap-endap dan mendengar suara "kresek-kresek" di headset, saya kaget luar biasa. Saya teriak, "MUSUH DI BELAKANG!!!" sambil refleks melempar mouse. Ibu saya cuma bengong sambil megang dompet. "Musuh mata lu tekor! Cepat beli gas!"

Belum selesai di situ, fitur microphone-nya juga sangat sensitif. Teman mabar saya di Discord tiba-tiba bilang, "Woi, itu suara blender siapa yang masuk?" Ternyata, headset Onikuma ini dengan sangat jujur menangkap suara Ibu saya yang lagi bikin jus di dapur yang jaraknya 10 meter dari kamar.


Kesimpulannya, Onikuma Headset ini adalah barang "GG WP" (Good Game Well Played) untuk harga yang ramah di kantong. Suara menggelegar, lampu estetik, dan kenyamanan luar biasa. Hanya saja, saran saya satu: jangan terlalu khusyuk pakainya kalau kamu masih tinggal sama orang tua, atau kamu akan berakhir seperti saya menang di game, tapi "knockout" kena omel Ibu karena telat beli gas.

Rating: 9/10 untuk audionya, 1/10 untuk keselamatanku dari omelan Ibu. Onikuma emang ngeri!


0 Response to "Cerita Bocil Ep ep Nih Gays | Review Onikuma: Headset Pro, Skill Tetap Noob"

Posting Komentar

Pembaca Yang " BAIK " Selalu Meninggalkan " KOMENTAR BIJAK "